Monday, March 19, 2012

Peran Pemuda dan Mahasiswa Calon Birokrat

(Sebuah Surat dari Masithoh Sobron Jamilah tk.2 Akuntansi)

Berbagai fenomena kebobrokan sistem pemerintahan terus melanda negeri kita tercinta. Liat saja Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang semakin merajarela. Buruknya pelayanan publik bukan lagi jadi rahasia. Produktivas pegawai pemerintah begitu rendah, kinerja yang dilakukan belum optimal. akuntabilitas atau pertanggungjawaban tidak sesuai dengan yang diharapkan. Masalah kedisiplinan banyak dipertanyakan. Betapa banyak pelayan masyarakat yang sering mangkir pada jam kerja. Itu fenomena yang terjadi, bagaimana efeknya? tentu saja yang merasakan adalah masyarakat lagi.  lagi –lagi mereka yangg harus menanggung beban buruknya sistem birokrasi negara. Tak sedikit rakyat yang menderita karena korupsi dan terlunta- lunta akibat buruknya pelayanan publik. 2 hal pokok itu.
Apa yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini? Tak lain tak bukan adalah reformasi birokrasi.  Yaitu perubahan dan pembaharuan yang mendasar dan menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan, terutama yang menyangkut kelembagaan, kepegawaian dan administrasi. Tujuan dari reformasi birokrasi adalah terciptanya suatu tatanan organisasi instansi pemerintah yang terstruktur dengan baik. Dengan kriteria integritas harus dijunjung tinggi, produktivitas yang optimal, pelayanan publik secara prima, sistem yang bersih dan akuntabel, transparansi, kinerja pegawai yang efektif dan efisien serta berkompetensi.
laUntuk mencapai tujuan tersebut, apa yang harus diubah? Jelas yang pertama adalah penyempurnaan perundang-undangan sebagai pedoman kerja. Banyak kenda yang disebabkan oleh rancunya undang-undang. Kemudian membudayakan nilai-nilai positif bagi seluruh pegawai, penanaman nilai ini bisa dilakukan mulai dari perekrutan. Tidak boleh ada kata suap lagi dalam rekrutmen pegawai. Harus  ada restrukturisasi organisasi sebagai evaluasi kerja yang kurang optimal, sekiranya ada bagian yang perlu ditambah maupun dikurangi. Yang tak kalah pentingnya tentu saja adalah sumber daya manusia. SDM yang dibutuhkan dalam era reformasi birokrasi adalah SDM yang handal, berkualitas, berintegritas,profesionalitas,dan  disiplin diri tinggi. Kemudian harus ada juga penyederhanaan sistem kerja. Kalau bisa dibuat gampang, kenapa harus dipersulit? Banyak fakta yang menunjukkan jika sistem kerja birokrasi kita selama ini terlalu berbelit-belit. Yang paling penting dari semua langgkah di atas tentu saja harus ada sebuah kontrol yang mengatur dan mengawwasi jalannya reformasi birokrasi ini.
Lalu apakah hal ini telah berjalan? Pemerintah telah melakukan suatu langkah awal yaitu dengan dibentuknya Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara. Dengan adanya kementrian ini diharapkan semua aparatur negara berjalan dengan sesuai dengan kaidahnya. Birokrasi bersih dan melayani juga telah menjadi jargon yang populer di instansi pemerintah.
Nah itu peran pemerintah, bagaimana dengan kita, para pemuda dan mahasiswa?  Khususnya mahasiswa calon-calon birokrat, tak semestinya kita berpangku tangan dan tak acuh terhadap gerakan reformasi  birokrasi. Persiapan sejak sekarang perlu dilakukan sehingga kita akan jadi SDM yang visioner, partisipatif, profesional, responsif, efekti  dan effisien dalam bekerja. Tunjukkan bahwa kita adalah agen reformis, bukan generasi penerus, tapi generasi perubah yang akan mengubah negeri ini menuju ke arahh perbaikan. Dengan terwujudnya reformasi birokrasi, masalah bangsa tadi akan bisa diatasi. Semangat untuk mewujudkan reformasi birokrasi, sehingga Indonesia mencapai kemerdekaan yang hakiki.

No comments:

Post a Comment