(Sebuah Surat dari Adenency Bekti Utami tk.2 KBN)
banyak masalah di birokrasi ? itu sudah biasa. Yang luar biasa itu yang biasa menyelesaikan masalah.
Diam saja ketika dihujat habis habisan oleh media juga bukan pilihan yang tepat-dalam kacamata saya-.
kita yang notabene adalah calon calon birokrat yang nantinya akan berkecimpung dalam dunia perbirokrasian sudah tentu ketika ada masalah birokrasi selayaknya menjadi tanggung jawab kita bersama.
"ahh, saya masih mahasiswa , gak ngerti apa apa ."
adakah di antara kawan kawan masih berfikir seperti kalimat di atas ?
wake up guys ! kalian mahasiswa, siswa yang sudah bertitle maha, maka manfaatkanlah ke-maha-an kalian dengan sebaik baiknya..
apa ya yang bisa kita lakukan ? simple kok, untuk kalian mahasiswa , selagi masih diberi kesempatan belajar, silahkan mencari ilmu sebanyak banyaknya, perluas ilmu kalian dengan aktif untuk update masalah masalah birokrasi, suapaya kalian tahu, supaya kalian bisa telaah, mana sistem sistem yang harusnya masih bisa diperbaiki untuk reformasi birokrasi ini.. dan jangan lupa pertebal iman selagi masih mahasiswa, selagi idealisme kita masih tinggi dan masih dibentuk.
kalau boleh saya simpulkan, dua hal yang bisa diperbaiki , yakni:
1. IT mesin , penigkatan kualitas reformasi birokrasi dari penigkatan sarana dan prasarana serta teknologi.
Ke depannya kita harus punya sistem yang terintegrasi dari keseluruhan sistem, misal untuk perbendaharaan, kita punya sistem SPAN Sistem Perbendaharaan
dan Anggaran Negara . Atau misal keseluruhan Sistem pelayanan yang terintegrasi, misal ma bayar pajak ataupun beacukai, ataupun cicilan kredit rumah bisa dijadikan satu jalur saja. tidak perlu bertele tele keinstansi ini dan itu. jadi secara otomatis aka ada perampingan pelaksana. Pun kemanfaatannya juga bisa bertambah karena efisiensi dan efektivitas dari pelayanan itu sendiri.
2. IT manusia, peningkatan Iman Taqwa manusia secara khususnya untuk para birokrat dan calon birokrat. misal bagi yang muslim, wajib mengikuti kajian di kantornya seminggu sekali untuk pembentengan khusus dalam rangka meminimalisir celah celah syetan menjerumuskan kita menjadi kawannnya. jadi dijadikan agenda rutin wajib bagi pegawai. setidaknya ketika iman bertambah, maka rasa takut berdosa bisa lebih diminimalisir.
lalu, pantaskah mahasiswa calon birokrat masih terdiam ? :)

No comments:
Post a Comment